BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sejak Januari hingga Agustus 2021, kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) telah menghanguskan ratusan hektare di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Disampaikan oleh Bupati Kobar Nurhidayah bahwa berdasarkan data yang diterima hingga Agustus 2021 ini, telah ada 62 titik hotspot di Kobar, dengan jumlah kejadian Karhutla sebanyak 33 kali.
"Dari puluhan titik Hotspot dan jumlah kejadian, luas hutan dan lahan yang terbakar kurang lebih 404 hektare," kata Nurhidayah, belum lama ini saat dikonfirmasi luasan hutan dan lahan yang telah terbakar.
Lanjutnya, adapun wilayah yang berpotensi atau rawan terhadap Karhutla, dengan melihat jumlah kasus yang rutin terjadi setiap tahun yaitu di daerah Kecamatan Arut Selatan, kemudian Kecamatan Kumai dan Kotawaringin Lama.
"Jadi ada tiga wilayah yang menjadi perhatian kita, seperti di Arut Selatan itu yang sering terjadi Karhutla di Raja Seberang. Sementara di Kumai, kita antisipasi wilayah TNTP," ungkapnya.
--page
Saat ini, lanjutnya, pemerintah provinsi telah menetapkan siaga Karhutla. Sehingga, Pemkab Kobar langsung melakukan persiapan baik kesiapan personel dan juga sarana dan prasana.
Sejauh ini, terkait ketersediaan dan kesiapan Perosnel serta Sarpras dalam penanganan Karhutla telah disiapkan. Sehingga, apabila nanti terjadi Karhutla maka personel sudah siap.
"Untuk kondisi saat ini, hasil titik pantau yang kita lihat. Kita sangat bersyukur karena masih terbantu dengan curah hujan, tentunya potensi hujan ini snagat membantu kita dalam penanganan Karhutla," pungkasnya. (DANANG/B-7)









