SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, diminta turut membantu menyampaikan bahaya HIV/AIDS. 

"Sebenarnya para ASN bukan tidak tahu, tapi kami mencoba menyampaikan ke mereka yang lebih detail. Sehingga mereka bisa menyampaikan ke masyarakat," kata Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids Kotawaringin Timur, Asikin Arpan, Senin, 6 Agustus 2021.

Diakui Asikin, hingga saat ini belum ada ASN di lingkungan pemerintahan di daerah itu yang mengidap HIV maupun AIDS. Kendati demikian, sebelum ada, para ASN lebih mengenal pengertian HIV/AIDS. 

Jika peran ASN tersebut dapat terlaksana, maka target menghadapi tahun 2030 eliminasi 3 zero dapat terwujud. 

"Semoga tidak ada infeksi, tidak ada kematian, dan tidak ada stigma," jelas Asikin. 

KPA Kotim yang diketuai Irawati, yang juga menjabat Wakil Bupati Kotawaringin Timur ini berharap para ASN dapat membantu memutus mata rantai HIV/AIDS.

"Hendaknya ASN  mengetahui dan memahami HIV/AIDS. Selanjutnya menghindari dan berprilaku hidup sehat," imbuhnya. 

--page

Sejauh ini pihak KPA Kotim sudah memberikan penyuluhan kepada 10 Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) di daerah itu. (USAY NOR RAHMAD/B-11)