BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Khairil Anwar mengajak masyarakat membenti diri dari paham radikalisme.
Salah satunya, terkait kebiasaan masyarakat bermedia sosial hendaknya diimbangi dengan wawasan dan ilmu. Jika dirasakan tidak mendatangkan manfaat, sebaiknya tidak perlu diposting atau disebarluaskan.
"Kaji kembali informasi yang didapatkan, bermanfaat atau tidak. Penting rasanya bermedia sosial dengan memiliki wawasan dan ilmu, kita mampu memilah informasi yang Bermanfaat," kata Khairil. Senin, 16 Agustus 2021.
Khairil mengingatkan, bahaya bermedia sosial tanpa memiliki wawasan dan ilmu. Salah satu dampaknya, rentan terpapar paham radikalisme yang mengancam keutuhan bangsa.
Menurutnya, pengetahuan, dan wawasan menjadi benteng dalam menyaring setiap informasi yang didapatkan sehingga sehingga informasi yang diposting mempunyai nilai positif.
Ia juga mengharapkan masyarakat untuk tidak mudah percaya setiap informasi yang didapatkan melalui media sosial. Setiap informasi hendaknya ditelusuri kebenarannya.
--page
"Kita harus mewaspadai setiap informasi yang disebarkan. Bisa jadi informasi tersebut justru menjerumuskan kita dalam gerakan radikalisme," pungkasnya. (APRIANDO/B-11)









