BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Jumlah pasukan pengibar bendara pada upacara peringatan HUT ke 76 Kemerdekaan Republik Indonesia, Selasa besok, 17 Agustus 2021 jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Tahun ini, proses pengibaran dan penurunan bendera Merah Putih tidak dilakukan oleh anggota paskibra, namun dilakukan 8 petugas pengibar dan penurunan bendera.
Pelatih Petugas Pengibar dan Penurunan Bendera, Mulyadi ketika ditemui, Senin sore, 16 Agustus 2021 mengatakan mereka, hanya memiliki waktu selama 9 hari untuk melakukan latihan.
"Petugas penaikan dan penurunan bendera ini dilakukan 8 anggota paskibra yang terpilih mewakili Kabupaten Kobar dalam peringatan HUT RI tingkat Provinsi Kalteng tahun 2020 - 2021," jelas Mulyadi.
Mulyadi mengatakan, lantaran mereka gagal berangkat akibat pandemi covid-19, maka mereka langsung dipilih untuk menjalankan tugas mengibarkan dan menurunkan bendera dalam HUT RI di Kabupaten Kobar tahun 2021.
"Kesulitan yang kami hadapi saat ini yaitu pendeknya waktu latihan yang cuma 9 hari. Tentunya kami harus menggenjot porsi latihan agar mereka siap melaksanakan tugasnya," kata dia.
Mulyadi mengatakan, untunglah H-4 HUT RI, kekompakan aksi antar petugas penaikan dan penurunan bendera sudah mulai terlihat.
--page
"Sekitar tanggal 13 Agustus 2021 tiga orang terpilih menjadi penggerek, pengulur dan pembawa baki bendera. Pembawa baki bendera yaitu Cikal Perdana Putri dari SMAN 1 Pangkalan Banteng, penggerek yaitu Bagas PF dari SMKN 2 Pangkalan Bun, dan pengulur tali yaitu M Hakim AK SMAN 2 Pangkalan Bun," jelas Mulyadi.
Mulyadi menjelaskan, terpilihnya 3 orang tersebut setelah pelatih memperhatikan berbagai aspek yang unggul dari 8 petugas penaikan dan penurunan bendera.
"Mereka dipilih setelah 3 pelatih melihat postur tubuh, kesigapan, dan intelejensi selama mengikuti latihan yang singkat ini. Mereka dinilai tanggap dan cepat menerima instruksi dari pelatih," jelas Mulyadi. (WAHYU KRIDA/B-11)









