SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Rinie Anderson mendorong agar vaksinasi gotong royong di perusahaan perkebunan harus digencarkan.

Hal ini untuk mendorong percepatan persentasi masyarakat dan karyawan yang sudah divaksinasi di Kabupaten Kotawaringin Timur.

“Saya menekankan agar vaksinasi itu di kebut terus," kata Rinie, Kamis, 19 Agustus 2021.

Baik itu yang punya pemerintah dan juga dari vaksinasi gotong royong dari perusahaan perkebunan. Hal ini merupakan langkah untuk mencapai herd imunity.

Vaksinasi Gotong Royong, kata Rinie, untuk pekerja merupakan bentuk kerja sama swasta dan pemerintah dalam upaya mempercepat pencapaian kekebalan komunal sehingga produktivitas karyawan bisa meningkat. 

--page

Menurutnya, pelaksanaan vaksinasi Gotong Royong untuk pekerja merupakan upaya bersama pemerintah dan sektor swasta dalam menekan laju pandemi sekaligus menggerakkan perekonomian nasional.

Rinie mengakui belum tahu persis jumlah perusahaan yang sudah merealisasikan vaksinasi gotong royong tersebut. 

Dari 55 perusahaan perkebunan di Kotim ini cukup banyak mempekerjakan karyawan sehingga dengan dilaksanannya secara maksimal untuk karyawan perusahaan ini akan menaikan persentase vaksinasi khususnya di Kotim.

“Ketika kita nantinya sudah vaksinasi di atas 90 persen maka ketika itu juga saya kira kita sudah setingkat lebih baik daripada sebelum divaksin.  Dampak akhirnya berupa kekebalan hingga kepada dampak lainnya di bidang ekonomi social budaya dan lain sebagainya,”kata Rinie.

Menurutnya, saat ini vaksinasi sudah menjadi sebuah kebutuhan dari masyarakat, bahkan setiap urusan keluar daerah seakan kartu tanda vaksin ini harus bisa ditunjukan.

--page

”Ketetapan pemerintah menekankan vaksin ini sebagai syarat, bahkan kita masuk ke pusat perbelanjaa harus vaksin. Ini maksud pemerintah agar masyarakat divaksin dan bisa mengakhiri pandemi ini dengan menciptakan kekebalan di masyarakat kita,” pungkasnya. (NACO/B-7)