SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sebuah truk pengangkut bahan material terperosok di Jembatan Kapten Mulyono atau biasa disebut masyarakat sekitar Jembatan Patah, Kamis, 19 Agustus 2021.

Perlu usaha ekstra bagi sopir truk untuk mengevakuasi truknya. Bahkan, istri sopir truk tersebut turun tangan membantu suaminya. 

Di tengah guyuran hujan gerimis yang melanda Sampit, Lilis tampak kesal atas insiden yang menimpa suaminya. Dia mengkrititk pemerintah dan instansi terkait yang dinilainya lamban memperbaiki jembatan. Dia pun membantu mengeluarkan pasir uruk yang di bak truk agar evakuasi mudah dilakukan. 

"Ini gara-gara pemerintah tidak mau memperbaiki. Apa menunggu ada yang kecelakaan seperti ini," kata Lilis, istri sopir truk. 

Menurutnya, sopir truk terpaksa melewati jembatan itu karena jalan lainnya mengalami kerusakan yang sama, hingga akhirnya insiden seperti itu pun terjadi. 

--page

Kendati demikian, dia berharap pemerintah segera memperbaiki jembatan di kawasan tersebut. Dia juga ingin pemerintah tidak melulu menyalahkan para sopir truk. Sebab sopir truk hanya bekerja mencari nafkah untuk keluarga dan mencari jalan yang dianggap nyaman untuk dilalui. (USAY NOR RAHMAD/B-7)