SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur diminta cermat dalam pemilihan pejabat yang akan menduduki jabatan struktural yang rencananya akan digelar akhir bulan Agustus 2021 ini. 

Anggota Komisi I DPRD Kotawaringin Timur SP Lumban Gaol menyebutkan kebanyakan selama ini diangkat hanya karena hubungan kedekatan secara emosional, politik. Lebih parah hanya berdasarkan suka dan tidak suka saja.

Apalagi prinsip like and dislike hanya berupa pemenuhan keinginan-keinginan  atasan yang bersifat pribadi saja dan tidak berdasar kinerja. Selain itu juga, Bupati Kotim harus hati-hati dalam penempatan pejabat tersebut. 

“Pemilihan pejabat yang duduk dalam jabatan-jabatan struktural memang haknya kepala daerah, namun tidak salah juga kami mengingatkan Bupati  agar dalam penempatan ini harus berpedoman kepada rekam jejak dan kemampuan," kata Gaol, Jumat, 20 Agustus 2021.

Politikus Partai Demokrat ini menyebutkan Halikinnor harus menghindari tipikal pejabat yang asal bapak senang (ABS) sementara pelayanan dan kinerja buruk. 

--page

“Bupati harus menghindari pejabat tipikal ABS, ini berbahaya bagi pemerintah itu sendiri karena dia orientasinya bukan melayani masyarakat, penempatanya nanti agar benar- benar memegang prinsip the righ man on the righ place," tukasnya.

Ia juga menyebutkan Halikinnor harusnya sudah mengantongi siapa saja nama yang akan duduk dalam jabatan penting itu nantinya, apalagi sudah menjabat sebagai Sekretaris Daerah sebelumnya.

Baik dalam hal pelayanan ke masyarakat maupun dari segi kinerja. Sehingga mereka melihat banyak yang hanya sekedar asal bapak senang saja. (NACO/B-5)