SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Jasad Susiani ditemukan dalam kondisi tergeletak di pinggir parit ditutupi dengan pelepah sawit. Dia merupakan korban pembunuhan suaminya, Darmah alias Darma.

Itu diungkapkan saksi Hariadi, Aprianur dan Fauzi, orang yang pertama kali menemukan korban yang sejak sehari sebelumnya dikabarkan hilang.

"Saat itu tubuh korban ditutup dengan pelepah sawit, dekat mayatnya ada gelang emas dan sendal jepit," ucap Hariadi.

Saksi juga mengaku sudah lama kenal dengan terdakwa dan korban. Bahkan sepengetahuannya keduanya selama berumah tangga tidak pernah mendengar terlibat cek cok.

Begitu juga dengan saksi Aprianur dan Fauzi, menyebutkan kalau korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.

--page

"Korban ada luka di kepalanya, kami lakukan pencarian setelah diperintah perusahaan," ucap saksi Aprianur.

Sementara itu, Irfan mandor menyebutkan kalau saat itu terdakwa turun bekerja seperti biasanya pada hari terjadi pembunuhan tersebut.

Setelah mendapatkan kabar korban hilang, pencarian dilakukan dan korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Dalam kasus ini, Jumat, 20 Agustus 2021 terungkap kalau terdakwa melakukan perbuatannya pada Jumat, 4 Juni 2021 sekitar pukul 11.30 WIB di areal perkebunan kelapa sawit blok B14 PT MAP, Desa Penyang, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Korban dihabisi dengan cara dibacok dengan menggunakan sebuah pisau mengenai kepala kanan dan kirinya beberapa kali setelah sebelumnya terjadi cek cok. (NACO/B-7)