PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Tim SAR gabungan terus berupaya melakukan pencarian terhadap nelayan, korban KM Putri Ayu 3 yang tenggelam akibat dihantam ombak di perairan laut Jawa, 60 kilometer dari Taman Nasional Tanjung Putri (TNTP) Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) pada 16 Agustus 2021.

Tim SAR gabungan yang terdiri atas Basarnas, KPLP, KSOP Kumai, Pos AL Kumai, Polairud Polda Kalteng dan BPBD Kobar melakukan perluasan pencarian terhadap 7 orang itu dari titik koordinat semula yang diketahui sebagai titik tenggelamnya kapal kayu tersebut.

M Haryadi, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Palangka Raya menyampaikan, untuk memberikan dukungan informasi terkait kejadian tersebut, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan pihak Syahbandar dan Stasiun Radio Polisi pantai.

"Kita terus komunikasi dengan Syahbandar dan Stasiun Radio Polisi terkait pemapelan, untuk memberikan informasi-informasi terkait kejadian tersebut. Nelayan yang sekiranya melintas di perairan tersebut dan menemukan ada tanda-tanda keberadaan korban, segera melapor Posko SAR gabungan," kata M Hariyadi pada Jumat, 20 Agustus 2021.

Dia melanjutkan, hingga kini, tanda-tanda keberadaan 7 korban tenggelamnya kapal nelayan itu belum diketahui. Pencarian dilakukan penyisiran hingga ke sebelah barat perairan Tanjung Puting, Kecamatan Kumai.

--page


Mengenai situasi saat ini, dia menyampaikan kondisi cuaca di lapangan kurang bersahabat. Proses pencarian terkendala hujan. Namun, proses pencarian tetap dilanjutkan dengan tetap mengedepankan faktor keselamatan personel.

"Kita tau bahwa kondisi cuaca memang kurang baik, sehingga hal tersebut juga menjadi kendala kita di lapangan," ungkapnya.

Berdasarkan ketentuan bahwa pencarian akan dilakukan hingga hari ke 7. Selanjutnya, akan dilihat bagaimana perkembangan di lapangan. Namun, bila dalam prosesnya tidak ada tanda-tanda ditemukannya para korban, maka operasi pencarian akan dihentikan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kapal Nelayan KM Putri Ayu 3 yang bertolak dari Muara Baru Jakarta menuju laut Jawa untuk mencari ikan dengan membawa 13 orang. Dalam perjalanannya, kapal tersebut terbaik karena terhantam ombak besar.

Dalam kecelakaan tersebut, 1 orang dikabarkan meninggal dunia, 5 orang selamat dan telah dievakuasi ke Jakarta menggunakan kapal pencari ikan. Sementara 7 orang masih dalam proses pencarian. (DANANG/B-7)