SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sejumlah warga di Kelurahan MB. Hulu, Kecamatan MB.Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, protes terhadap pembangunan jalan di Gang Batu Mutiara.

Bahkan mereka mempertanyakan perubahan fisik proyek pembangunan jalan setempat yang dibuat lebih sempit dari lebaran badan jalan.

Warga setempat, Fajar Hariadi mengatakan bahwa proyek pembangunan Jalan Batu Mutiara tidak sesuai dengan harapan warga, pasalnya pembangunan jalan tersebut malah dibuat lebih sempit dari badan jalan.

"Pembangunan jalan Batu Mutiara yang dilaksanakan Dinas PUPR ini tidak sesuai harapan kami masyarakat setempat," kata Fajar, Sabtu, 21 Agustus 2021.

Karena kata dia pembangunannya dibuat lebih sempit dari badan jalan asal, yang seharusnya 4-5 meter lebih, sesuai badan jalan yang ada, ini dibuat sempit hanya 3,5 meter.

--page

Menurut Fajar Hariadi, proyek jalan batu mutiara yang dilaksanakan terkait di Kabupaten Kotim terkesan dipaksakan. Seharusnya perencanaannya disesuaikan dengan lebar badan jalan, bukan dibuat lebih sempit. 

"Badan Jalannya 5 meter,  ini kok malah dibangunkan hanya dengan lebar 3,5 meter, kalau dengan lebar segitu, ini pasti akan membahayakan para pengendara, karena pasti kendaraan ronda 4 akan sulit untuk berpapasan nantinya, janganlah proyek ini terkesan dipaksakan," tukasnya.

Ia meminta kepada tim pelaksana dari dinas terkait, agar melakukan revisi ulang tentang perencanaan proyek jalan setempat tersebut, kalau anggarannya minim setidaknya lebar jalan ini tetap 4 meter, disamakan dengan jalan yang ada, bukan dibuat sempit. (NACO/B-5)