SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sejumlah masyarakat yang sering melintas di Jalan HM Arsyad, Sampit menuju Ujung Pandaran, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengeluhkan beberapa titik jalan yang rusak dan berlubang.

Hal tersebut terjadi sudah cukup lama, namun belum ada perhatian dari pemerintah. Terutama, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), karena jalan tersebut merupakan jalan antar kabupaten.

"Jalan ini tembus ke Kabupaten Seruyan, namun kerusakan yang terjadi di beberapa titik tidak diperbaiki," ujar Sarkani, salah satu warga Desa Parebok, yang sering bolak balik ke Sampit untuk bekerja, Sabtu, 21 Agustus 2021.

Kerusakan beberapa titik jalan terjadi tepatnya di Desa Basirih Hulu, Desa Jaya Karet, perbatasan Desa Parebok-Desa Basawang, Desa Handil Sohor, dan perbatasan Desa Samuda Kecil-Samuda Besar, serta beberapa titik lainnya.

Kerusakan sendiri memang tidak terlalu panjang, hanya sekitar 10 hingga 20 meter saja. Namun rata-rata berlubang, bahkan jika hujan terjadi genangan air yang cukup dalam.

--page

Hal tersebut bisa membahayakan pengendara motor dan pengendara lainnya. Terutama saat malam hari, jika tidak berhati-hati dan memacu kendaraan tinggi, bisa saja menghantam lobang tersebut. Sehingga, bisa membahayakan dan terjadi kecelakaan.

"Kami harap kerusakan tersebut bisa menjadi perhatian pemerintah. Sebelum terjadi kerusakan yang lebih besar lagi," harap Sarkani. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)