BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Tingginya curah hujan dan adanya penyumbatan drainase pada box culvert di perempatan Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Baru, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) membuat permukiman warga di Jalan Matnoor RT 19 dan 20 tergenang air.
Kabid Damkar Kobar, Dwi Agus Suhartono, Minggu, 22 Agustus 2021 menjelaskan kondisi tersebut mulai terjadi sejak beberapa hari lalu.
"Genangan air meninggi hingga masuk ke dalam rumah warga hari ini. Diduga ini terjadi akibat penyumbatan drainase pada box culvert sehingga aliran air tidak lancar," kata Dwi Agus Suhartono.
Menurutnya, proses penyedotan air yang menggenang dan mengalirkannya ke drainase uang tidak tersumbat sudah dilakukan sejak bebetapa hari lalu.
"Hasilnya ketinggian air menurun, namun hari ini lantaran hujan deras, air kembali menggenang hingga masuk dalam rumah warga," katanya.
Sementara itu, Uji, warga d ilokasi mengatakan walaupun proses pembersihan saluran air dari berbagai sampah sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu. Namun tetap saja air menggenangi lokasi tersebut.
"Diduga aliran drainase tersumbat akibat sisa material pembangunan box culvert dan pengaspalan. Sehingga saat kondisi curah hujan tinggi seperti beberapa hari ini, air tidak bisa mengalir hingga ke Sungai Buun. Akibatnya air meluap dan menggenangi rumah warga," katanya.
--page
Berdasarkan pantauan di lapangan terlihat beberapa unit mobil damkar milik Pemkab Kobar, BPBD serta truk pengangkut berupaya membersihkan drainase agar air bisa dialirkan. Selain itu, mobil pemadam yang berada di lokasi terlihat melakukan penyedotan air dan mengalirkannya menuju drainase yang alirannya masih lancar.(WAHYU KRIDA/B-11)









