BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) beberapa hari terkahir ini, membuat 2 desa di Kecamatan Arut Utara terdampak banjir. Tim gabungan TNI Polri dan pemerintah setempat pun turun langsung melakukan penangan.
Kapolsek Arut Utara Ipda Agung Sugiharto turun langsung memimpin pengecekan dan evakuasi serta meberikan bantuan paket sembako. Kedua desa tersebut yakni, Desa Sri Dau dan Desa Sambi, Minggu 22 Agustus 2021.
Minggu 22 Agustus 2021 sekitar pukul 15.00 WIB dimulai apel dan dilanjutkan perjalanan menuju Desa Sei Dau dan Desa Sambi. Bersama personel yang diterjunkan ke lokasi yaitu, 4 personel dari Polsek Arut Utara dan 1 Personel Koramil Aruta dengan menggunakan kendaraan roda empat.
"Kedua desa tersebut adalah desa terendah, sehingga akibat curah hujan yang tinggi air sungai pun meluap dan menggenangi rumah warga di dua sesa tersebut," kata Ipda Agung Sugiharto, Senin 23 Agustus 2021.
Pukul 19.30 WIB, tim penanganan bencana alam banjir sampai di Desa Sei Dau Melaksanakan pengecekan kepada warga yang rumahnya terendam banjir dan memberikan bantuan sembako berupa, beras, telur, Mie instan dan air minum dalam kemasan.
--page
Di Desa Sei Dau terdapat 11 rumah berisi 40 jiwa terdampak banjir. Sementara ini, para warga yang terdampak banjir masih mengungsi di rumah kerabat atau saudara. Untuk tempat pengungsian atau posko dan dapur umum disiapkan di kantor desa.
Selanjutnya, tim melakukan perjalanan menuju Desa Sambi dan pada Pukul 20.30 WIB tim sampai di desa tersebut. Kemudian Melaksanakan pengecekan kepada warga Sambi yg rumahnya terendah banjir dan memberikan bantuan sembako. Untuk di Desa Sambi sendiri jumlah rumah yang terdampak banjir sebanyak 40 rumah dan 144 jiwa.
"Kami mengimbau kepada masyarakat yang terdampak banjir dan masih bertahan di rumah masing-masing, agar selalu waspada apabila hujan turun dan debit air semakin naik," tuturnya.
Upaya yang dilakukan lainnya, yaitu bersama dengan pemerintah desa menyiapkan dapur umum dan tempat pengungsian apabila situasi semakin kurang baik serta petugas juga selalu waspada dan memantau situasi dan kondisi yang berkembang.
"Selain itu juga telah menyiapkan tim medis, agar siap sedia apabila ada warga yang sakit akibat dampak banjir," pungkasnya. (DANANG/B-6)









