BORNEONEWS, Sampit - Perbaikan jembatan di Jalan Kapten Mulyono atau biasa disebut jembatan patah ditargetkan selesai dalam sepekan ini. Saat ini perbaikannya terus dilaksanakan agar jembatan tersebut bisa beroperasi kembali.
"Sabtu mungkin baru baru bisa dibuka," kata Pengawas Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerja Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Kotim, Suhardiono, Senin, 23 Agustus 2021.
Diakui Suhardiono, perbaikan jembatan ini terbilang cukup susah. Paling lama adalah pada bagian tengah jembatan karena harus membuat tangga untuk memasang baut.
"Pengerjaan tengah yang paling lama. Karena harus pakai tangga," katanya.
Untuk menambah usia jembatan, agar tak mudah rusak lagi, jembatan diberi bantalan atau rol untuk dilewati ban kendaraan roda empat.
--page
Dibutuhkan kayu ulin berukuran 10x10 sebanyak 1 kubik, dan ukuran 5x20 dua kubik untuk perbaikan jalan tersebut.
Jembatan di Jalan Kapten Mulyono Sampit mengalami kerusakan parah. Sejumlah kendaraan sempat menjadi korban, terperosok ke lubang jembatan. Kerusakan ini terjadi lantaran terlalu sering dilewati oleh kendaraan bertonase besar, sedangkan jembatan hanya boleh dilewati oleh kendaraan di bawah 8 ton. (USAY NOR RAHMAD/B-5)









