BORNEONEWS, Sampit - Kotawaringin Timur masih kekurangan 2.000 vial atau 20.000 dosis vaksin Sinovac. Hingga saat ini, nasib para penerima vaksin untuk lanjutan dengan merek ini belum jelas.
"Kami masih menunggu droping dari pemerintah pusat. Karena, kalau vaksinasi pertama Sinovac keduanya harus sama," ungkap Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur, Bakhrudin, Selasa, 24 Agustus 2021.
Menurut Bakhrudin, kendala terbesar untuk mengejar target vaksinasi ini adalah keberadaan vaksin itu sendiri. Hal ini diperparah dengan kondisi geografis Kotawaringin Timur yang mempersulit dalam hal penyaluran.
"Sementara ini dalam kota saja kurang. Kita tidak bisa mendistribusikan sesuai keperluan," tandasnya.
Hingga saat ini, persentase realisasi vaksinasi di Kotawaringin Timur masih di angka 35 persen. Masih setengah dari target pemerintah yakni 70 persen untuk bisa mewujudkan kekebalan komunitas (herd immunity).
--page
"Kalau tersedia kami bisa menyebarkan fasilitas kesehatan. Sementara ini vaksinnya tidak ada, kami tidak bisa menggerakkan fasilitas kesehatan yang ada," pungkasnya.
Untuk diketahui, vaksinasi di Kotawaringin Timur, hingga kini terus berjalan. Baik yang tahap 1 maupun tahap 2. Sebagian besar masyarakat yang vaksinasi tahap 1 telah disuntik Sinovac sebagian lainnya AstraZeneca, sehingga untuk tahap 2 masih menunggu kedua jenis vaksin itu. Sedangkan yang berlangsung saat ini vaksinasi tahap 1 menggunakan vaksin Moderna, termasuk juga bagi tenaga kesehatan untul vaksinasi booster. (USAY NOR RAHMAD/B-7)









