BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, kebijakan PPKM yang dijalankan hingga 23 Agustus kemarin sedikit demi sedikit telah menunjukkan hasil yang positif atau terjadi penurunan kasus konfirmasi.
Dia mengungkapkan, berdasarkan hasil kajian serta evaluasi oleh Tim Epidemiologi Provinsi Kalteng khususnya selama pelaksanaan PPKM, kasus Covid-19 di Kota Palangka Raya sudah memenuhi target penurunan kasus.
"Sebenarnya sudah mulai terkendali, tapi bukan berarti kita aman. Sebaran masih terjadi di antara kita. Kita bisa dikatakan aman jika kasus dan angka kematian akibat Covid-19 ada di angka nol," katanya, Selasa 24 Agustus 2021.
Dia memaparkan, berdasarkan laporan mingguan kasus Covid-19 menunjukkan bahwa jumlah kasus minggu ke-51 pada 21 Agustus telah menurun dari minggu ke-50 pada 15 Agustus sebesar 20,3 persen. Minggu ke-51, rata-rata kasus baru sebanyak 60 sampai 61 kasus per hari.
"Pertumbuhan kasus mingguan kita mencapai puncaknya pada minggu ke-48 pada 1 Agustus yang mencapai 849 kasus per minggu. Namun minggu selanjutnya menurun ke angka 692 kasus, kemudian ke angka 632 kasus, 531 kasus, dan 423 kasus pada minggu kemarin," bebernya.
--page
Kemudian untuk indikator lainnya yang mengalami penurunan antara lain angka Rate of Transmision (RT) atau nilai tingkat penularan. Pada 15 Agustus ada di angka 1,21 dan pada 22 Agustus berada di angka 1,16.
Selanjutnya, angka laju insiden kasus baru, mengalami penurunan pada periode yang sama yakni dari 108,5 kasus/100 ribu penduduk menjadi 84 kasus.
Berikutnya, angka mortality rate atau angka kematian per 100 ribu penduduk per minggu, pada periode yang sama menurun dari 4,7 kasus/100 ribu penduduk/minggu menjadi 2,5 kasus.
"Sekarang kita kembali terapkan PPKM Level 4 sesuai Inmendagri 36/2021. Bukan soal level PPKM tapi bagaiman kita semua menerapkan protokol kesehatan," pungkasnya. (HENDRI/B-7)









