JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan mutasi dan rotasi terhadap 98 orang perwiranya dan salah satunya Kapolda Sumatera Selatan Irjen Eko Indra Heri.

Mutasi Kapolda Sumatera Selatan dan 97 perwiran Polri lainnya tertuang dalam Surat Telegram Kapolri (ST) No 1701/VIII/KEP/2021 yang ditandatangani oleh Asisten Kapolri Bidang SDM Irjen Pol Wahyu Widada, Rabu 25 Agustus 2021.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono membenarkan soal mutasi dan rotasi sejumlah perwira Polri termasuk Kapolda Sumatera Selatan Irjen Eko Indra Heri sebagai penyegaran di organisasi Korps Bhayangkara.

"Sudah lama menjadi Kapolda dan untuk penyegaran organisasi," katanya. Argo mengatakan mutasi terhadap Kapolda Sumatera Selatan Irjen Eko Indra Heri tidak terkait dengan hasil pemeriksaan Tim Itwasum dan Propam Polri terkait polemik hibah Rp2 triliun dari Almarhum Akidi Tio.

"Pindahnya juga dalam level yang sama," ucapnya. Dalam ST Kapolri, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Eko Indra Heri diangkat dalam jabatan baru sebagai Koorsahli Polri yang sebelumnya dijabat oleh Irjen Teguh Sarwono.

--page

Posisi Eko digantikan Irjen Toni Hartono yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Sumatera Barat.

Jabatan Kapolda Sumatera Barat diisi Irjen Teddy Minahasa Putra yang sebelumnya menjabat sebagai Sahlijemen Kapolri.

Kapolri juga memutasi Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Abdul Rakhman Baso sebagai Periwa Tinggi (Pati) Korpbrimob Polri (dalam rangka pensiun).

Jabatan Kapolda Sulawesi Tengah digantikan Irjen Rudy Sufahriadi yang sebelumnya menjabat sebagai Sespim Lemdiklat Polri.

Kasus Hibah

Sementara itu terkait perkembangan kasus hibah Rp2 triliun Akidi Tio, Tim Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) dan Divisi Propam Polri tengah menyusun laporan hasil pemeriksaan terhadap Irjen Eko Indra Heri.

--page

Laporan tersebut akan diserahkan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai bentuk pertanggungjawaban.

Diberitakan, Kepala Polisi Daerah Sumatera Selatan Inspektur Jendral Polisi Eko Indra Heri telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada seluruh masyarakat ihwal dana hibah Rp2 triliun dari almarhum Akidi Tio yang belum jelas keberadaannya.

Kegaduhan dana hibah tersebut bermula saat itu dirinya dihubungi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Lesty Nurainy dan dokter keluarga almarhum Akidi Tio, Hardi Darmawan di rumah dinasnya, Jumat (23/7/2021) untuk membicarakan pemberian donasi.

Saat itu dirinya sebagai kapolda hanya dipercayakan untuk menyalurkan bantuan ini uangnya diminta untuk dikawal transparansinya.

Namun karena menaruh kepercayaan terhadap inisiasi kemanusiaan tersebut lantas tidak terlalu mendalami kepastiannya, sebab sudah diyakinkan uang tersebut tinggal diproses pencairannya saja.

--page

Hingga akhirnya sampai saat ini uang tersebut masih belum jelas keberadaannya dan berujung kepelikan bagi kedua belah pihak.

Dalam perkara ini penyidik Polda Sumsel telah meminta keterangan sejumlah saksi, yakni Heryanti Tio, Rudi Sutadi, Kelvin (satu keluarga anak alm Akidi Tio), dr Hardi Darmawan (dokter pribadi keluarga) dan satu lain belum diketahui identitasnya.

ANTARA