PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) berharap, pelajar dan mahasiswa yang ada tinggal di Kobar dan tidak keluar daerah agar diprioritaskan mendapat vaksin Covid-19, agar ada langkah yang objektifkaf kapan pembelajaran tatap muka (PTM) ini dilaksanakan.

Hal tersebut disampaikan oleh Anggota DPRD Kobar dr Erry Eryansyah, menurutnya secara bertahap dan teratur, pelajar dan mahasiswa yang ada di Kobar ini harus sudah dijadwalkan menerima vaksin, agar setidaknya separuh dari jumlah pelajar ini menerima vaksin.

"Kalau menurut saya, papan pemerintah bisa membuka atau memberi izin pembelajaran tatap muka, maka setidaknya 50 persen pelajar di Kobar ini sudah divaksin, maka sejak saat ini sudah harus dicicil sasaran khusus pelajar," kata dr Erry Eryansyah, saat ditemui di ruang kerjanya.

Menurut Polisi Partai Golkar tersebut, pembelajaran online atau dalam jaringan dalam masa pandemi Covid-19 ini, jika dilakukan jangka panjang dan terus Menurutnya, maka akan berdampak pada kualitas pendidikan dan kecerdasan pelajar. Terutama, dalam hal bersosialisasi.

"Belajar online ini sudah hampir dua tahun lamanya, faktanya justru banyak anak yang malah main HP, main game, kemudian tugas lebih banyak dikerjakan orang tuanya.  Sosialisasi selama teman mereka juga kurang," ungkapnya.

--page

Ia menambahkan, Pemda telah membuat kebijakan memfasilitasi vaksin untuk Mahasiswa, Pelajar dan Santri yang akan keluar daerah. Tetapi, jangan lupa, mereka yang menempuh pendidikan di daerah juga harus diperhatikan.

"Dijadwalkan beberapa dosis perharinya atau perminggunya, untuk Mahasiswa dan Pelajar yang ada di Kobar. Kalau sudah 50 persen pelajar ini tervaksin, tentunya akan kami dorong dilaksanakan PTM," pungkasnya. (DANANG/B-5)