KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melaksanakan sosialisasi Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) dan pemanfaatan aplikasi Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR), di Aula Bappedalitbang setempat, Kamis 26 Agustus 2021.

Sekda Gumas Yansiterson mengatakan, melalui sosialisasi SP4N-LAPOR ini, organisasi penyelenggara dapat mengelola aduan masyarakat secara sederhana, cepat, tepat, tuntas, serta terkoordinasi dengan baik, menjadi akses masyarakat untuk berpartisipasi menyampaikan pengaduan, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Sebelum ada SP4N LAPOR, sistem organisasi penyelenggaraan belum terkelola efektif dan terintegrasi, masing-masing mengelola pengaduan secara parsial dan tidak terkoordinir dengan baik,” ujarnya.

Akibatnya, terjadi duplikasi penanganan pengaduan, bahkan terjadi suatu pengaduan yang tidak ditangani, dengan alasan pengaduan bukan kewenangannya.

SP4N-LAPOR dibentuk untuk merealisasikan kebijakan No Wrong Door Policy yang menjamin hak masyarakat, agar pengaduan dari manapun dan jenis apapun, akan diusulkan ke penyelenggara pelayanan publik yang berwenang menangani. Artinya, tidak ada lagi istilah salah lapor atau salah pintu ketika masyarakat mengadukan sesuatu.

--page

Sementara itu, Kepala Diskominfosantik Kabupaten Gumas Ruby Haris menuturkan, sosialisasi ini bertujuan agar organisasi penyelenggara pelayanan publik dapat mengelola pengaduan dari masyarakat secara sederhana, cepat, dan tuntas serta terkoordinasi dengan baik.

Sosialisasi ini dilakukan dengan metode gabungan secara tatap muka terbatas dan virtual. Peserta dibagi menjadi dua titik, yaitu Aula Bappedalitbang dihadiri oleh Sekda, Inspektur, Kabag Organisasi, dan pejabat penghubung dari sembilan organisasi perangkat daerah (OPD) yang mendapat laporan pengaduan pelayanan publik.

”Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi ini, terdiri dari di Aula Kantor Bappedalitbang 22 orang, dan di kantor masing-masing melalui zoom meeting 36 orang. Sedangkan narasumber berasal dari Diskominfosantik Provinsi Kalteng,” tukasnya. (MAGANG/B-5)