BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Metrologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya memperkirakan, kemarau basah yang terjadi di sejumlah kabupaten-kota, akan berakhir pada September 2021.
Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Metrologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Rahmat Alfandy mengatakan, pada bulan September 2021 ini, Provinsi Kalimantan Tengah telah memasuki fase peralihan musim.
"Berdasarkan data, Agustus ini adalah puncak dari musim kemarau (prediksi berakhir September). Kemarau tahun ini adalah kemarau basah. Karena itu, masih terjadi hujan," katanya, Kamis, 26 Agustus 2021.
Rahmat mengungkapkan, potensi hujan disertai angin kencang dan petir diperkirakan masih mungkin terjadi pada siang hingga malam hari. Sebelum terjadi hujan disertai angin kencang dan petir, akan muncul awan cumulonimbus.
Masyarakat juga harus berhati-hati dengan curah hujan tinggi dengan durasi yang lama. Sebab, ini akan berpengaruh terhadap wilayah sekitar dan dapat berdampak pada terjadinya bencana banjir, tanah longsor dan lainnya.
--page
"Curah hujan tinggi terjadi pada puncak musim hujan yang biasanya terjadi pada bulan Desember hingga Januari. Curah hujan tinggi juga terjadi pada saat peralihan musim yang biasanya terjadi pada bulan April hingga Juni," tutupnya. (NOPRI/B-7)









