BORNEONEWS, Sampit - Perempuan 23 tahun yang menjadi korban percobaan pemerkosaan di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengalami luka-luka di tubuh dan wajahnya.
Hal itu terjadi karena saat hendak di perkosa, korban berupaya melawan dan kabur. Hingga akhirnya sempat terjatuh, karena ditarik oleh terduga pelaku yang berusia 22 tahun tersebut.
"Korban mengalami luka memar pada bagian belakang tubuh korban, luka di bagian bibir atas, serta luka sobek pada bagian telinga sebelah kiri," ujar Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin melalui Kapolsek Ketapang AKP Samsul Bahri, Jumat, 27 Agustus 2021.
Beruntung, saat kejadian, korban tidak sempat di perkosa. Karena saat itu ia sempat berteriak, hingga membuat pelaku takut dan pergi dari rumah korban.
Aksi percobaan pemerkosaan tersebut terjadi pada Kamis, 26 Agustus 2021, sekitar pukul 00.45 WIB. Saat kejadian, suami korban tidak berada di rumah, karena sedang ke tempat orangtuanya.
--page
Sementara, percobaan pemerkosaan tersebut bermula ketika terduga pelaku datang ke rumah korban. Dirinya mencari suami perempuan tersebut. Namun saat itu tidak berada di rumah.
Sehingga, korban menyuruh pelaku menunggu suaminya datang di dalam rumah. Setelah sekitar 5 menit kemudian, pria itu masuk ke dalam kamar dan meminta air minum.
Korbanpun menyuruhnya mengambil sendiri ke dapur. Hingga, sekitar 20 menit kemudian. Pelaku masuk ke dalam kamar dan berdiri di samping korban. Dengan kondisi hanya memakai celana dalam dan kaos dalam.
Melihat hal tersebut, korban berupaya lari dan berteriak, namun langsung ditarik oleh korban hingga terjatuh. Setelah itu mulut perempuan itu juga dibungkam.
"Terduga pelaku juga sempat mengancam agar korban tidak melaporkan aksinya tersebut kepada sang suami," katanya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)









