BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyampaikan saat ini ada tujuh kabupaten yang dilanda banjir.
Tujuh kabupaten tersebut mulai dari Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Katingan, Gunung Mas, Pulang Pisau, Seruyan, dan Lamandau.
Pelaksana tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK), Erlin Hardi mengatakan, pihaknya mendorong pemerintah kabupaten setempat bisa memaksimalkan penanganan dampak musibah banjir tersebut.
“Kami harap Pemkab sebagai pemangku wilayah bisa memaksimalkan penanganan. Tetapi kami tidak akan diam saja, kami akan terus memantau, dan kalau memang pemerintah setempat kewalahan, kami siap untuk turun membantu,” katanya Jumat, 27 Agustus 2021.
Sementara itu, berdasarkan laporan Surpervisor Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Kalteng, Japalmen menunjukan data yang berhasil dihimpun oleh pihaknya per 27 Agustus 2021, dari tujuh kabupaten yang terdampak, ada 23 kecamatan, dengan 123 desa yang terendam banjir.
--page
Data menunjukan banjir paling banyak di Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, dimana ada 15 desa yang terendam.
Sedangkan untuk ketinggian air dari pantauan BPB-PK tertinggi ada di Kotawaringin Timur dengan perkiraan 50 sampai 150 centimeter.
Sementara itu, Kabupaten Pulang Pisau tepatnya Kecamatan Banama Tingang di Desa Pahawan dan Desa Ramang demit air mulai surut.
Kemudian di Desa Palikodan, Kecamatan Nanga Bulik, Lamandau juga air mulai surut. Sedangkan beberapa desa di Katingan debit air justru meningkat. (HERMAWAN DP/B-5)









