SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Beberapa hari yang lalu, toko penjualan minuman keras ilrgal yang sempat di-polis line oleh aparat kepolisian setelah sidak Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati. Ditemukan buka kembali.

Hal ini membuat geram masyarakat, karena seakan tidak ada jera dari pemiliknya tersebut. Meski saat ini tutup kembali. 

Melihat hal ini Pimpinan Pondok Pesantren Darul Amin Sampit Ustadz Ahmad Rayyan Zuhdi Abrar meminta agar wakil bupati jangan diam. 

"Sebelumnya wakil bupati sangat luar biasa melakukan sesuatu terhadap penjualan dan pengolahan miras ilegal di Sampit. Sekarang harusnya juga jangan diam," ujar ustadz Rayyan, Jumat 27 Agustus 2021. 

Dia berharap wakil bupati kembali melakukan sesuatu yang bisa membuat jera para penjual miras tersebut. Pihaknya sebagai masyarakat sangat mendukung penuh apapun yang dilakukan oleh orang nomor 2 di Kotim ini. 

--page

"Kepada wakil bupati, masyarakat selalu mendukung apa yang dilakukan berkaitan dengan peredaran miras guna menjaga generasi muda di Kotim," katanya. 

Dia berkomentar seperti itu, karena tidak ingin generasi muda di Kotim ini dirusak dengan miras. Dampaknya tentu bukan hanya dilingkungan, namun juga kemajuan daerah ini. 

"Saya juga berharap kepada aparatur dan aparat berwenang, agar bisa melakukan penertiban kembali dan berikan hukuman berat bagi mereka agar tidak buka kembali," harapnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)