BORNEONEWS, Palangka Raya - Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) diharapkan menjadi tempat untuk mengajarkan Bahasa Indonesia dan saling bertukar budaya dengan penutur asing, dan memperkenalkan bahasa serta budaya Indonesia dilevel internasional.
Hal tersebut disampaikan Koordinator BIPA Kalteng Yohanes Tri Nugroho. Menurutnya, dengan adanya program tersebut dapat menjadi tempat untuk saling mengenal dan bertukar budaya satu sama yang lain.
"Program BIPA diharapkan dapat membuat para peserta dapat saling mengenal dan bertukar budaya, sehingga budaya Indonesia khususnya Kalteng dapat dikenal di kancah internasional," katanya. Sabtu, 28 agustus 2021.
Yohanes mengungkapkan, Program BIPA Kalteng difasilitasi oleh fasilitator asal Kalimantan Tengah yang bekerja sama dengan Euroweek School of Leaders Indonesia for International People, Ikatan Duta Bahasa Kalimantan Tengah (IKADUBAS), Borneo Institute Foundation (BIT), Kalteng Cerdas.
Kegiatan ini, lanjutnya, juga didukung oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalimantan Tengah, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalimantan Tengah, serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Tengah.
--page
Ia menuturkan, Program BIPA Kalteng Batch 1 ini, resmi dibuka pada tanggal 20 Juli 2021 kemaren Kemudian, kegiatan programnya diselenggarakan setiap hari Selasa dan Jum’at melalui virtual Zoom Meeting dan ditutup pada Jumat 27 agustus kemarin.
Menurutnya, para peserta bukan hanya dari Indonesia saja namun dari luar negeri, dan ada orang peserta, kamil asal Polandia dan Denise asal Romania, yang telah menyelesaikan Program BIPA.
Ia mengharapkan dari program tersebut para peserta yang mengikuti dapat mengenal Bahasa Indonesia dan lebih tertarik belajar mengenai bahasa serta budaya Indonesia lebih dalam lagi.
"Saya dan fasilitator lainnya berharap semoga program ini akan terus berlanjut kedepannya sehingga dapat membangun relasi dan dampak yang lebih luas pada masyrakat bukan hanya kancah nasional, namun juga Internasional,“ pungkasnya. (APRIANDO/B-5)









