SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kotawaringin Timur, Siagano, menjelaskan penutupan total Jalan Tjilik Riwut depan Stadion 29 November Sampit, dilakukan demi keselamatan pengguna jalan. Pasalnya, jika dibiarkan jatuhan material perbaikan Gerbang Sahati berpotensi membahayakan warga yang melintas di bawahnya.

"Penutupan jalan harus dilakukan untuk menjamin keselamatan pengguna jalan. Dikhawatirkan kalau jalan tetap dibuka, berisiko tertimpa runtuhan beton," ungkap Siagano, Senin, 30 Agustus 2021. 

Ditegaskannya, penutupan jalan bersifat sementara, menyesuaikan dengan lama pengerjaan. Berdasarkan perkiraan, penutupan jalan akan berlangsung selama 3 pekan, sejak 30 Agustus hingga 21 September 2021.

"Sedangkan untuk perbaikan Gerbang Sahati memakan waktu total hingga 3 bulan," imbuhnya. 

Untuk sementara dalam masa perbaikan gerbang ini,  mobil atau sepeda motor dialihkan melintasi jalan alternatif, yakni Jalan Desmon Ali, berbelok ke Jalan Kenan Sandan dan Jalan Hasan Mansyur. Baik dari arah Palangka Raya maupun dari arah Sampit. 

--page

Sedangkan kendaraan berat seperti truk, angkutan BBM, bus, dan sejenisnya disarankan melalui Jalan Pramuka ke Jalan Lingkar Kota Utara ke luar di Jalan Bumi Raya. Bagi kendaran dari arah Palangka Raya berlalu sebaliknya, yakni mak diJalan Bumi Raya, melintas di Jalan Lingkar Kota Utara, keluar di Jalan Pramuka. (USAY NOR RAHMAD/B-5)