PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan akumulasi pasien yang dinyatakan sembuh dari COVID-19 di daerah itu, terhitung sejak kasus pertama ditemukan tahun lalu, mencapai 10.535 orang.

"Jumlah pasien di Palangka Raya yang sembuh dari COVID-19 sampai kemarin mencapai 10.535 orang usai terjadi penambahan 53 pasien sembuh," kata dia di Palangka Raya, Senin.

Kepala daerah termuda di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah ini, menerangkan jumlah pasien sembuh dari COVID-19 di "Kota Cantik" ini menempati angka 84,54 persen dari total pasien positif 12.461 orang.

Meski tingkat kesembuhan terus meningkat, ia meminta masyarakat setempat tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Terlebih, katanya, Satgas COVID-19 sampai Rabu (25/8) masih mencatat terjadi penambahan 41 warga Palangka Raya yang dinyatakan positif terjangkit virus tersebut.

--page

Berdasar data Satgas COVID-19 Palangka Raya tercatat 1.443 orang atau 11,58 persen dari total kasus positif masih menjalani perawatan.

Dari seluruh kasus COVID-19 yang ada juga tercatat 483 orang di ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah ini meninggal setelah sebelumnya terjadi penambahan tiga pasien meninggal dunia.

Data tersebut dihimpun dari seluruh wilayah di Kota Palangka Raya mencakup lima kecamatan dan 30 kelurahan.

Bertambahnya kasus COVID-19 tersebut, menurut dia, juga bentuk keseriusan pemerintah kota dalam melakukan penelusuran kontak erat antara masyarakat dengan pasien positif.

Sebagai upaya pemutusan rantai penyebaran COVID-19, Pemerintah Kota Palangka Raya melalui tim gugus tugas, terus melakukan berbagai upaya mulai dari sosialisasi, deteksi dini, pengamanan, hingga penanganan kasus.

--page

Pemerintah Kota Palangka Raya mengajak masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya meminimalkan potensi dan mencegah mata rantai penularan COVID-19.

Pemerintah juga menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)  untuk memperkuat pencegahan dan penanganan COVID-19.

"Pelaksanaan PPKM berskala mikro juga efektif dalam upaya pencegahan, deteksi dini, hingga penerapan protokol kesehatan. Untuk itu pelibatan masyarakat sampai tingkat RT/RW ini akan terus kita laksanakan," katanya.

ANTARA