SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Gerbang Sahati yang berada di Jalan Tjilik Riwut, tepatnya di depan Stadion 29 November Sampit, akan dirombak. Hampir 50 persen penampakannya akan dirubah dari yang ada saat ini. 

"Akan kami rubah 50 persen, namun beberapa bagian yang bersifat ikonik seperti pilar akan dipertahankan," kata Didi, petugas pelaksana lapangan kontraktor perbaikan Gerbang Sahati, Senin, 30 Agustus 2021. 

Ada beberapa bagian yang harus dirombak. Salah satunya bagian atas gerbang yang dinilai sudah tidak layak. Bahkan sudah mulai rusak termakan cuaca dan usia. 

"Makanya perlu peremajaan. Bagian atas tersebut seperti beton yang melintang di atas jalan, kubah besar, dan sejumlah ornamen akan diganti," jelasnya. 

Desain dan bahan material yang akan digunakan dalam desain baru Gerbang Sahati nantinya dipastikan akan jauh lebih bagus. Semuanya akan diganti dengan bahan bahan baja ringan.

--page

"Ini lebih efisien, tidak mudah keropos, pecah dan lain-lain. Selain itu baja ringan ini juga memiliki berat yang lebih ringan dibanding beton. Sehingga mengurangi tonase yang dibebankan pada pilar-pilar gerbang," ujarnya. 

Selain mengganti beberapa bagian itu, sejumlah ornamen juga akan ditambahkan. Dipastikan akan lebih estetik namun tetap menonjolkan ciri khas daerah itu. 

"Patung ikan jelawat  pasti ada, dan ornamen bentuk matahari di kanan dan kiri atas. Kubah di bagian tengah diganti dengan kubah baru dari bahan yang lebih ringan," bebernya. 

Demikian dengan warna gerbang akan diganti menyesuaikan permintaan dari Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, yakni bernuansa jingga. 

Gerbang Sahati memiliki lebar 13 meter dan tinggi 12 meter. Bangunan ini menjadi penanda bahwa akan memasuki atau meninggalkan Kota Sampit, dan telah menjadi salah satu landmark kota. (USAY NOR RAHMAD/B-7)