BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Tengah, Hari Utomo mengatakan alokasi dana APBN yang digunakan untuk program penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) tahun ini sampai Juli 2021 sebesar Rp 744,75 triliun.
"Dari alokasi ini dana yang sudah tersalur di Provinsi Kalimantan Tengah sampai 20 Agustus 2021 sebesar Rp1.487,06 miliar tumbuh 51,9 persen," ucapnya, Selasa 31 Agustus 2021
Hari menerangkan penyaluran PC-PEN terdiri dari kluster perlindungan sosial Rp739,86 miliar tumbuh 53 persen, kluster kesehatan Rp225,90 miliar tumbuh 73,05 persen, kluster UMKM dan korporasi Rp73,26 miliar tumbuh 0 persen dan program prioritas Rp413,34 Miliar tumbuh 40,7 persen.
Sedangkan program prioritas penyaluran untuk program padat karya Kementerian PUPR sebesar Rp252,74 miliar, untuk 9.596 orang tenaga kerja dan program padat karya Kementerian Pertanian sebesar Rp12,76 miliar untuk 3.705 orang tenaga kerja.
"Program food estate Kementerian Pertanian Rp115,18 miliar dan program food estate Kementerian ATR/BPN sebesar Rp2,74 miliar," ungkapnya.
--page
Sampai 27 Agustus minggu ke 4, lanjutnya, Program PC PEN ini telah direalisasikan sebesar Rp 1.591,34 milar, dengan rincian Kluster Kesehatan Rp245,05 Milyar, dukungan UMKM dan Koperasi Rp107,96 miliar, Program Prioritas Rp443,80 miliar dan Perlindungan Sosial Rp794,53 miliar.
Hari juga mengungkapkan penyaluran kredit usaha di Kalteng sampai 31 Juli 2021 sebesar Rp 1.510,215 miliar dengan jumlah 34.808 debitur.
Selanjutnya angka penyaluran kredit program ini sampai 25 Agustus 2021 tercatat naik menjadi Rp 1.712,5 miliar disalurkan untuk 39.147 debitur.
Selain itu penyaluran kredit Ultra Mikro (UMI) sampai dengan 31 Juli 2021 tercatat Rp2,786 miliar dengan total 673 orang. Sampai 25 Agustus 2021 jumlah tersebut meningkat menjadi Rp3,17 miliar dengan total debitur 756 orang.
Untuk penyertaan modal pemerintah sampai 31 Juli 2021 telah tersalurkan Rp 202,370 miliar dengan jumlah debitur sebanyak 618 debitur perorangan dan 218 debitur UMKM.
--page
"Tanggal 20 Agustus jumlah penempatan modal pemerintah yang telah tersalurkan Rp 285,14 miliar dengan jumlah 876 debitur perorangan dan 323 debitur UMKM,"tegasnya.
Realisasi transfer ke daerah dan dana desa sampai 31 Juli 2021 adalah Rp 9.126,43 miliar atau 56,40 persen dari pagu.
"Jika dirincikan penyaluran dana bagi hasil disalurkan Rp 1.148,77 miliar atau 68,83 persen. Dana alokasi umum disalurkan Rp 5.683,26 miliar atau 61,51 persen," jelasnya.
Kemudian DAK fisik disalurkan Rp385,86 miliar atau 23,45 persen. DAK Non Fisik disalurkan Rp 1.134,34 miliar atau 57,86 persen.
"Dana insentif daerah Rp 119,99 miliar atau 50 persen, dana desa disalurkan Rp 654,20 miliar atau 45,85 persen," pungkasnya. (APRIANDO/B-6)








