SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Banjir yang melanda Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur membuat 303 kepala keluarga terdampak. 

"Jumlah KK yang terdampak banjir di Desa Hanjalipan sebanyak 303 KK, dan hampir seluruh desa dilanda banjir," ujar Wakil Bupati Kotim Irawati, Selasa, 31 Agustus 2021. 

Banjir di Desa Hanjalipan baru beberapa hari ini terjadi dan merupakan kiriman dari wilayah Utara yang saat ini ketinggian banjirnya sudah mulai menurun. 

Selain itu di desa ini juga merupakan pertemuan dua sungai. Sehingga, saat air turun, akan membuat debit sungai di sekitar desa tersebut meningkat. 

"Hari ini saya bersama tim langsung menuju lokasi, guna mengantar sedikit bantuan sembako," katanya.

--page

Melihat beberapa tahun terakhir, banjir di Desa Hanjalipan terbilang lama. Bahkan bisa mencapai 15 hari hingga 1 bulan, sehingga pihaknya berencana akan membuat dapur darurat di sekitar desa tersebut. 

"Kalau memang nantinya semakin darurat, akan kami buat dapur umum di wilayah tersebut guna membantu masyarakat yang terdampak," terangnya.

Meski banjir terus mengalami peningkatan. Namun masyarakat sekitar tidak ada yang mengungsi. Karena rata-rata mereka sudah membuat panggung di dalam rumahnya, guna dijadikan tempat istirahat. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)