BORNEONEWS, Palangka Raya - Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalteng, Andy Arsyad mengatakan bahwa postur APBD Kalteng hingga sampai saat ini masih tergolong kurang.
Oleh sebab itu, dirinya meminta kepada setiap daerah yang ada di Kalteng baik kabupaten atau kota supaya bisa membangun strategi dan inovasi dalam upaya menggali potensi untuk optimalisasi PAD.
"Perangkat daerah kita harapkan agar dapat menggali potensi yang memang cukup besar sebagaimana yang telah disesuaikan dengan Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang Retribusi Jasa Usaha," ucapnya Selasa, 31 Agustus 2021.
Dia mengungkapkan, ada beberapa sektor komoditi unggulan di Kalteng yang dapat dimaksimalkan kontribusinya yakni seperti pertambangan, perkebunan dan perkayuan.
Sehingga diharapkan seluruh daerah dapat mencari celah agar perusahaan besar yang berinvestasi di provinsi ini bisa memberikan kontribusi kepada Daerah dan Pemprov Kalteng dalam rangka optimalisasi PAD.
--page
Dijelaskannya, untuk capaian PAD Pemprov Kalteng sendiri cukup tinggi yaitu diatas 80 persen dari target yang ada. Akan tetapi ketika diperhatika kapasitas dan kapabilitas sumber daya alam yang dimiliki masih sangat jauh.
"Artinya jumlah investasi yang masuk di Kalteng dengan sumber daya alamnya yang tinggi harus berbanding lurus dengan PAD," tuturnya.
Dirinya berharapkan kepada perusahaan-perusahaan besar yang ada di Kalteng ini supaya bisa memberikan kontribusinya sehingga tidak lagi membebani kepada masyarakat kecil.
Disisi lain, seluruh perangkat daerah yang memang ada didalam perda Provinsi Kalteng Nomor 4 Tahun 2019 diminta agar menggali dan memaksimalkan pelaksanaannya. (DONNY D/B-5)









