PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Banjir yang mulai menggenang di beberapa wilayah di Kalimantan Tengah menjadi signal kepada daerah yang menjadi langganan banjir.  Terutama di Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) khususnya di Kecamatan Banama Tingang dan Kecamatan Kahayan Tengah yang selalu menjadi langganan banjir kiriman. 

Camat Kahayan Tengah, Pulpis, Siswo, mengatakan, pihaknya terus menyampaikan imbauan maupun sosialisasi, terutama kepada masyarakat yang rumahnya di daerah dataran rendah, atau yang menjadi langganan banjir. 

“Sampai hari ini belum ada air pasang di wilayah Kahayan Tengah, terutama Desa Penda Barania dan Desa Tanjung Sangalang yang menjadi langganan banjir,” kata Siswo saat melakukan pengecekan dan pemantauan ketinggian air, Selasa.

Menurutnya, apabila tidak terjadi hujan diwilayah Kahayan Tengah dan Hulu 2 desa tersebut tetap aman. Namun, jika hujan maka potensi banjir juga bisa terjadi, termasuk datangnya banjir kiriman.

--page

"Namun masyarakat di wilayahnya tetap berhati-hati dan waspada khususnya antisipasi datangnya banjir kiriman," ucapnya.

la menambahkan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan lintas sektor, termasuk dari pihak perusahaan Pembangunan Jembatan Layang dengan meminta untuk memasang rambu-rambu jalan. 

“Kita juga telah berkoordinasi dengan BPBD dan Perhubungan untuk membantu pihak Polsek dan Koramil yang stay dilapangan," ungkapnya.

Selain itu Siswo mengungkapnya saat ini, Ruas Jalan Trans Kalimantan, Desa Penda Barania dan Desa Tanjung Sangalang, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau terendam banjir sepanjang 1 kilometer. Genangan air setinggi 15-20 cm di titik terendah, diperkirakan akan terus terjadi.

Ia mengatakan, kenaikan debit air ini diduga banjir kiriman. Pihak Kecamatan Kahayan Tengah telah menyampikan surat permohonan kepada Bupati Pulpis dalam hal ini Sekretaris Daerah (Sekda) Pulpis, dengan nomor surat 362/136/PIP/VIII/2021 perihal permohonan bantuan personel pengamanan banjir di Jalan Trans Kalimantan, Desa Penda Barania dan Desa Tanjung Sangalang.

--page

“Surat yang kita sampaikan ini, memerhatikan kondisi di lapangan di wilayah Desa Penda Barania dan Desa Tanjung Sangalang mulai ada kenaikan debit air dan mulai menggenangi Jalan Trans Kalimantan,” beber Siswo.

Menurut Siswo, berdasarkan rapat gabungan unsur Tripika Kahayan Tengah pada Senin, 30 Agustus 2021, di posko banjir Kahayan Tengah dan langsung melihat di lapangan tentang kondisi terkini di Jalan Trans Kalimantan, Desa Penda Barania, maka pihaknya langsung memohon bantuan personel dari BPBD, Dishub dan Satpol PP Pulpis untuk melakukan pengawasan dan mengatur arus lalu lintas jalan yang terdampak banjir.

“Sehubungan dengan semakin meningginya debit air, maka dirasa perlu personel untuk ditugaskan pada wilayah tersebut untuk membantu pihak personel Polsek Kahayan Tengah dan Koramil Kahayan Tengah,” tutupnya. (ang)