KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan - Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR Kabupaten Katingan menjelaskan terkait kerusakan jalan akibat bencana banjir yang melanja wilayah Katingan saat ini.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Katingan Christian Rain melalui Kabid Binamarga, Eka Agustina, Selasa, 31 Agustus 2021 menuturkan, pihaknya sejak 2019 rutin mengadakan pendataan kondisi jalan dan terus berlangsung sampai sekarang.

Ia mengatakan, kondisi kerusakan jalan itu selalu terdata dengan baik, termasuk kerusakan jalan yang diakibatkan bencana banjir saat ini. "Kalau kita berbicara titik kerusakan akibat bencana banjir, kemarin itu untuk sementara di wilayh Kabupaten Katingan, kami data ada sekitar 9 titik yang paling rawan," sebutnya.

Sebenarnya, kata dia, untuk titik kerusakan jalan itu cukup banyak. Namun yang paling mengakibatkan terputuskan akses masyarakat itu ada di 9 titik. "Ini juga menjadi fokus kami saat turun ke lapangan, dan saat ini 9 titik itu sedang ditangani, sedang ada kegiatan tapi rusak akibat banjir," sebutnya.

Eka Agustina menilai, banjir tahun 2021 ini lebih parah dibanding banjir 2020 lalu. Eka menggambarkan, misalnya ruas jalan di Banut Kalanaman ketika diambil gambar dari udara ruas jalan di wilayah ini semuanya terendam banjir, meski sebelumnya ada peningkatan jalan berupa penimbunan.

--page

"Setelah kami masuk ke lokasi rata-rata ketinggian banjir yang menggenangi jalan luamayan tinggi, sehingga mau tidak mau akhirnya kami harus refisi desain yang ada. Sebab, kami juga tidak mau jalan yang baru kami bangun itu nantinya terendam lagi," ujarnya.

Untuk itu, ia menegaskan pembangunan jalan baru nantinya akan dilakukan semaksimal mungkin, terutama pengerasan jalan agar tidak lagi kebanjiran. Ia menyebut, bencana banjir kali ini tidak hanya menyebabkan kerusakan jalan di wilayah hulu saja, namun juga di bagian tengah Katingan.

"Kalau untuk kerusakan jalan di wilayah hilir misalnya di Katingan Kuala itu bukan disebabkan karena banjir, namun memang rusak akiibat kindisi jalan sudah lama dan fakto lainnya," katanya.

Kedepan, kata Eka pihak Dinas PUPR Katingan juga bakal fokus melakukan penanganan kerusakan jalan di bagian hilir. Pasalnya, di wilayah ini merupakan lumbung padi terbesar di Katingan, sehingga jika jalannya rusak maka akan sangat mengganggu aktifitas petani membawa hasil buminya. (ABDUL GOFUR/B-7)