BORNEONEWS, Tamiang Layang - Positif covid-19 di Kabupaten Barito Timur sepanjang bulan Agustus 2021 mencapai 615 kasus. Sesuai data Satgas Penanganan Covid-19, peningkatan kasus bulanan ini menjadi yang tertinggi sejak April 2020.
Selain kasus positif, pada bulan yang sama juga terdapat kasus meninggal akibat covid-19. Yakni 7 orang.
Data yang dirilis Bidang Komunikasi Publik Satgas Covid-19, Selasa, 31 Agustus 2021 menyebutkan, kasus positif terbanyak berada di Kecamatan Dusun Timur yaitu 1.108 kasus, disusul Dusun Tengah 199 kasus, Benua Lima 87 kasus, Patangkep Tutui 87 kasus, Raren Batuah 87 kasus, Awang 82 kasus, Pematang Karau 71 kasus, Karusen Janang 68 kasus, Paku 65 kasus dan Kecamatan Paju Epat 61 kasus.
Sedangkan kasus meninggal tertinggi juga dipimpin oleh Kecamatan Dusun Timur dengan 13 kasus, disusul Pematang Karau 7 kasus, Dusun Tengah 5 kasus, Karusen Janang, Paku dan Patangkep Tutui masing-masing 4 kasus, Paju Epat dan Raren Batuah masing-masing 2 kasus serta Kecamatan Awang 1 kasus.
Dengan demikian, akumulasi positif covid-19 Barito Timur berjumlah 1.915 kasus. Rinciannya 1.765 orang telah sembuh, 42 orang meninggal dan 108 orang masih dalam perawatan.
--page
Jumlah pasien yang masih dirawat dari setiap kecamatan yaitu Kecamatan Dusun Timur 64 orang, Benua Lima 11 orang, Patangkep Tutui 9 orang, Karusen Janang 7 orang, Pematang Karau 5 orang, Raren Batuah 5 orang, Paju Epat 2 orang, Dusun Tengah 2 orang, Paku 2 orang dan Kecamatan Awang 1 orang.
"Dengan masih tingginya peningkatan kasus positif covid-19, masyarakat harus lebih waspada serta selalu menjalankan protokol kesehatan pencegahan covid-19, dengan lebih disiplin di tempat kerja, pasar, rumah ibadah dan di pelayanan umum," kata Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Covid-19, Dwi Aryanto di Tamiang Layang.
"Jika tidak ada kepentingan yang mendesak, sebaiknya di rumah saja, hindari keramaian," tambahnya.
Dia menambahkan, Bupati Barito Timur, Ampera AY Mebas berharap ASN menjadi teladan dalam kepatuhan terhadap protokol kesehatan baik dalam lingkungan kantor maupun lingkungan keluarga. ASN juga diharapkan turut berpartisipasi dalam menyosialisasikan pencegahan dan pengendalian penyebaran covid-19 di lingkungan kerja dan masyarakat sekitarnya.
"Seluruh komponen masyarakat juga dapat berperan serta menyampaikan pesan-pesan edukasi protokol pencegahan penularan covid-19," pesan Dwi mewakili bupati. (BOLE MALO/B-7)









