SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Warga Desa Tumbang Penyahuan, Kecamatan Bukit Santuai, khawatir terjadinya banjir susulan. Pasalnya debit air yang dua hari lalu mulai surut, kini meningkat lagi.

"Air mulai naik lagi," ungkap Roly Pahrizanuari, warga yang berada di Desa Tumbang Penyahuan, Rabu, 1 September 2021.

Plt Kepala Puskesmas Tumbang Penyahuan itu mengatakan, kegelisahan warga semakin meningkat, apalagi akhir-akhir ini di wilayah tersebut sering terjadi hujan. Sejumlah warga pun bahkan sengaja belum membenahi rumahnya, jaga-jaga debit air mulai naik kembali.

Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H Asan Sampit, 24 jam ke depan Kotawaringin Timur masih didominasi hujan.

"Berpotensi terjadi hujan ringan dan sedang. Namun tetap waspada daerah rawan banjir jika hujan berbarengan dengan pasangnya air sungai," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit, Musuhanaya. 

Untuk diketahui, banjir di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih melanda di wilayah Utara. Namun sudah mulai turun. Hanya saja, semakin meluas ke wilayah hilir yakni Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi.

--page

"Banjir saat ini sudah turun ke hilir, yakni Desa Hanjalipan, Kota Besi," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotim M Yusup, Selasa, 31 Agustus 2021. (USAY NOR RAHMAD/B-11)