BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Kalteng, Ferry Khaidir meminta kepada semua pihak termasuk masyarakat agar tetap melestarikan permainan tradisional yang berasal dari daerah Kalimantan Tengah.
Menurutnya saat ini permainan tradisional sudah sangat jarang ditemui terutama permainan-permainan yang dimainkan oleh anak-anak. Maka tak heran jika permainan tradisional sudah hampir punah ditelan oleh perkembangan zaman.
"Kita lihat yang sekarang terjadi kebanyakannya anak-anak lebih memilih bermain game di hand phone android dan bermain permainan modern ketimbang bermain permainan tradisional, sehingga mengakibatkan banyak anak-anak tidak mengetahui permainan tradisional yang berasal dari daerahnya sendiri," ujarnya Rabu, 1 September 2021.
Dia mencontohkan salah satunya permainan bagasing yang dulunya sempat digandrungi oleh anak-anak maupun kaum remaja kini sudah hampir dillupakan. Akibatnya, permainan ini hanya bisa ditemui dan dimainkan oleh anak-anak yang berada di pedesaan saja dan itupun sangat jarang.
Oleh sebab itu dia mengharapkan permainan tradisional yang ada di Kalteng ini dapat kembali dikenalkan kepada anak-anak melalui kegiatan-kegiatan lomba baik di lingkungan sekolah ataupun di lingkungan tempat tinggal.
--page
Atau bisa juga dengan membangun komunitas di lingkungan masyarakat, dan saat ini juga ada beberapa komunitas yang sudah melakukan hal ini untuk turut melestarikan permainan tradisional.
Selanjutnya mengadakan workshop permainan tradisional dan masih banyak cara lain yang lebih menarik untuk dilakukan, sehingga permainan tradisional daerah yang sudah terlupakan bisa kembali diketahui anak-anak.
"Jangan hancurkan dunia anak dengan membiasakan bermain gane online, karena akibatnya akan berpengaruh pada pengetahuanya kedepan. Permainan tradisional penting untuk diketahui dan dimainkan anak-anak karena ini merupakab salah satu ciri khas sebuah daerah," pungkasnya. (DONNY D/B-6)









