BORNEONEWS, Palangka Raya - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti menilai penting untuk memberikan penanganan berjenjang untuk anak yatim akibat Covid-19.
Retno menyampaikan penanganan untuk jangka pendek dapat berupa pemberian bantuan kebutuhan makan harian, serta asesmen psikologi untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak.
“Pasalnya, kehilangan orang tua dalam waktu singkat pasti menimbulkan kecemasan dan ketakutan. Hal ini sangat mengganggu kesehatan mental anak-anak tersebut,” tuturnya.
Sedangkan penanganan jangka menengah adalah dengan melindungi anak-anak tersebut dari potensi tidak mendapatkan pengasuhan yang layak, diadopsi tidak sesuai ketentuan peraturan perundangan, potensi mengalami kekerasan, dinikahkan usia anak, bahkan potensi menjadi korban perdagangan manusia.
“Pemerintah juga harus melindungi dan mendampingi anak-anak yang orang tuanya meninggal warisan harta benda dan warisan kekayaan lainnya agar warisan tersebut dapat dimanfaatkan anak-anak tersebut untuk masa depannya,” sebutnya.
--page
“Jangan sampai jatuh ditangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab, mengingat anak-anak tersebut masih di bawah umur,” tambahnya.
Sementara itu penanganan jangka panjang, yang perlu dilakukan pemerintah adalah memasukan anak-anak yang kehilangan orangtuanya ini dalam sejumlah program pemerintah.
Program ini bisa masuk ke Program Indonesia Pintar (PIP), Program Indonesia Sehat maupun Program Keluarga Harapan. (HERMAWAN DP/B-6)









