BORNEONEWS, Palangka Raya - Plt Kepala Pelaksana BPBPK Provinsi Kalteng, Erlin Hardi meminta seluruh masing-masing pemerintah daerah untuk dapat memaksimalkan sumber daya yang ada pada tiap wilayahnya, untuk menangani bencana banjir yang terjadi pada daerahnya masing-masing.
"Kami selalu memantau perkembangan dan bagaimana kondisi pada tiap wilayah kabupaten dan kota. Tentunya kami akan berupaya maksimal agar, penanganan bencana yang terjadi dapat segera ditangani," katanya, Rabu 1 September 2021.
Erlin juga menjelaskan, hingga saat ini pihaknya terus melakukan pemantauan dan pemetaan terhadap wilayah-wilayah kabupaten dan kota yang rawan terjadi bencana banjir.
Berdasarkan data hingga sampai hari ini terdapat 7 kabupaten yang terdampak banjir, sebanyak 23 kecamatan dan 123 kelurahan/desa dengan jumlah 12.006 kepala keluarga dan 17.759 jiwa yang terdampak akibat banjir.
Sementara itu, Prakirawan Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Metrologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya Rolan Binary mengimbau, masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada beberapa wilayah.
--page
"Kewaspadaan masyarakat harus tetap ada. Karena beberapa wilayah masih berpotensi untuk terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Ini tentunya berpotensi untuk terjadinya banjir," tutupnya. (NOPRI/B-5)









