BORNEONEWS, Sampit - Sebanyak 29 desa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) merupakan lokus stunting. Sehingga menjadi prioritas penanganan oleh pemerintah daerah pada 2021 ini.
"Telah disepakati 29 desa lokus stunting jadu prioritas penangan pada 2021-2022," ujar Bupati Kotim Halikinnor, Rabu, 1 September 2021.
Ke-29 kecamatan tersebut tersebar di hampir seluruh kecamatan yang ada di Kotim. Dengan didominasi di wilayah Utara Kotim.
Dirinya menerangkan bahwa Kotim sendiri telah ditetapkan pemerintah pusat sebagai salah satu kabupaten lokus penanganan stunting dengan angka mencapai 48,84%. Dan merupakan kabupaten tertinggi di Kalimantan Tengah.
Untuk mengatasi hal tersebut, perlu keterlibatan banyak pihak dan inovasi yang terbaik. Terutama para SOPD di Kotim melalui bidang masing-masing harus ekstra bekerja di lapangan. Agar angka stunting terus berkurang.
--page
"Edukasi terhadap orangtua juga harus ditingkatkan terus menerus, karena tidak sedikit akibat kurangnya pengetahuan, berdampak terhadap pertumbuhan anak nantinya," kata Halikinnor.
Perusahaan perkebunan juga diharapkan membantu baik dalam pembinaan atau hal lainnya. Sehingga, upaya bersama tersebut bisa memberikan efek positif terhadap angka stunting di daerah ini. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)









