PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan pasien yang dinyatakan sembuh dari paparan COVID-19 di Ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah itu kembali bertambah 45 orang.

"Sampai kemarin (Selasa,31/8)  pasien yang sembuh dari COVID-19 terus bertambah dan terdata 45 orang dinyatakan sembuh," kata Fairid di Palangka Raya, Rabu.

Dia menambahkan dengan adanya penambahan 45 pasien sembuh tersebut akumulasi pasien yang dinyatakan terbebas dari paparan COVID-19 sebanyak 10.637 orang atau 85,07 persen dari angka kasus positif yang mencapai 12.504 orang.

Meski tingkat kesembuhan cukup tinggi kepala daerah termuda di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah itu pun meminta masyarakat di "Kota Cantik" tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Apalagi, lanjut dia Satgas COVID-19 Palangka Raya masih tercatat penambahan 25 kasus positif.

Selanjutnya berdasar data Satgas COVID-19 Palangka Raya di wilayah "Kota Cantik" warga yang positif dan masih menjalani perawatan sebanyak 1.384 orang atau sebanyak 11,07 persen dari total kasus positif.

--page

Dari seluruh kasus COVID-19 yang ada juga tercatat sebanyak 483 orang di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah ini meninggal dunia.

Data tersebut berhasil dihimpun dari seluruh wilayah di Kota Palangka Raya mencakup lima kecamatan yang mencakup 30 kelurahan. Bertambahnya kasus COVID-19 tersebut menurut dia juga bentuk keseriusan pemerintah kota dalam melakukan penelusuran kontak erat antara masyarakat dengan pasien positif.

Sebagai upaya pemutusan rantai penyebaran COVID-19, Pemerintah Kota Palangka Raya, melalui tim gugus tugas terus melakukan berbagai upaya mulai dari sosialisasi, deteksi dini, pengamanan hingga penanganan kasus.

Dia pun Palangka Raya pun mengajak masyarakat di wilayah Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah untuk selalu menerapkan protokol kesehatan COVID-19 sebagai upaya meminimalkan potensi dan mencegah mata rantai penyebaran COVID-19 yang tak kunjung usai.

Pemerintah juga memperketat pemberlakuan PPKM skala mikro untuk memperkuat pencegahan dan penanganan COVID-19 di tingkat bawah.

ANTARA