SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dalam beberapa hari terakhir banyak komentar netizen di media sosial agar pemerintah daerah mengganti nama gerbang Sahati di Jalan Tjilik Riwut Stadion 29 Nopember Sampit. 

Hal itupun ditanggapi oleh Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor. Dirinya memang sudah menerima masukan dari sejumlah masyarakat untuk mengganti nama gerbang tersebut. Namun, ia akan mempertimbangkan hal itu. 

"Inikan pembangunan dan peninggalan pemerintah zaman dulu dan nama gerbang tersebut juga sudah terdaftar pada saat dibangun beberapa tahun lalu. Sehingga, saya akan mempertimbangkan betul-betul terkait pergantian namanya," ujar Halikinnor, Rabu, 1 September 2021. 

Menurutnya, dirinya harus berembuk lebih dulu terkait usulan masyarakat. Apalagi, gerbang dan nama tersebut dibuat dan ditetapkan pada era kepemimpinan bupati terdahulu. 

Jangan sampai, kata dia, nantinya malah menjadi polemik dan dianggap tidak menghargai jasa pemerintahan terdahulu.

--page

"Saya tidak mau jadi polemik dan dianggap tidak menghargai jasa pemerintahan terdahulu. Oleh sebab itulah, saya tidak bisa menanggapi langsung terkait permintaan sejumlah masyarakat," kata Halikinnor. 

Dirinya juga menjelaskan, renovasi yang dilakukan tersebut sudah dibahas pada 2020 oleh pemerintahan sebelumnya. Sehingga, tidak bisa dirubah, karena sudah direncanakan berdasarkan pembahasan APBD Kotim. 

"Saya paham betul keinginan masyarakat, bahwa gerbang tersebut dibangun menggunakan uang rakyat. Namun, saya tidak ingin hal ini menjadi polemik, dan gerbang tersebut sudah dibangun jauh sebelum saya menjadi Bupati Kotim," terang Halikinnor. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)