PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau (Pemkab Pulpis) melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) setempat meminta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mendukung pelaku usaha di setiap desanya.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) Elieser Jaya, Rabu (01/09/2021).

“BUMDes kami harapkan tidak menciptakan usaha yang sama dengan usaha yang dijalankan masyarakat. Sehingga bisa menyaingi usaha masyarakat. Harapan kami BUMDes bisa mensupport dan memasarkan produk pelaku usaha di desa,” kata Elieser Jaya.

Elieser mengungkapkan, nanti BUMDes bisa ambil bagian dalam menghimpun produk pelaku usaha di Desa. Oleh Karen itu pihaknya mengharapkan BUMDes berperan aktif mendukung pelaku usaha di Desa masing-masing.

“Kami ingin BUMDes ikut berperan dalam memasarkan produk pelaku usaha di wilayah masing-masing. Jangan menciptakan usaha yang sama dengan masyarakat,” tegasnya.

--page

Elieser juga mengatakan BUMDes memiliki modal dan potensi personal. Untuk itu pihaknya juga mengharapkan BUMDes bisa menjadi pendamping para pelaku usaha di desa untuk mengembangkan usahanya.

“Jika produk dari pelaku usaha itu kurang, BUMDes bisa memberi masukan dan memoles sehingga produk itu lebih baik. Dan pada akhirnya memiliki nilai ekonomis dan daya saing yang lebih tinggi,” harap Elieser.

Dengan demikian, lanjut dia, produksi masyarakat setidaknya bisa konstan dan BUMDes yang menampung dan memasarkan produk pelaku usaha.  “Sehingga terjadi sinergitas antara masyarakat dengan BUMDes di desa masing-masing,” ucapnya.

Elieser menambahkan, BUMDes juga bisa memperbaiki kelemahan produk dari pelaku usaha di desa. Misalnya, sisi produksi ini lemahnya di mana, Apakah kemasan atau rasa.Jadi produk itu akan lebih baik.

“Nanti BUMDes yang membuat brand dan pakecing serta memasarkan produk itu. Sehingga pelaku usaha di desa tersebut tetap berjalan dan BUMDes berkembang. Jadi pelaku usaha dan BUMDes bisa berjalan beriringan,” tambah Elieser.

Namun, lanjut dia, kalau BUMDes menciptakan usaha yang sama dengan masyarakat, maka usaha masyarakat akan terancam. “Kami inginkan BUMDes dan pelaku usaha di desa bisa saling mensupport,” tutupnya. (ang)