BORNEONEWS, Palangka Raya - Pasien Covid-19 bergejala berat mengalami penurunan selama penerapan PPKM level 4 di Palangka Raya. Hal itu berdasarkan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) Rumah Sakit (RS) rujukan Covid-19.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin mengatakan dari 8 fasilitas kesehatan rujukan kapasitas isolasi yang tersedia sebanyak 710 ranjang perawatan dan 15 ranjang intensif. Per 31 Agustus, hanya 264 ranjang isolasi terpakai dan 11 ranjang insentif yang terpakai.
"Alhamdulilah saat ini BOR Kota Palangka Raya terus turun. Per 31 Agustus kemarin khusus ranjang isolasi sudah di angka 37,18 persen dan ranjang insentif 73,33 persen. Kalau dilihat sepanjang bulan ini BOR terus menurun. Fasilitas layanan kesehatan kita mencukupi untuk menangani kasus Covid-19 yang ada," katanya, Kamis 2 September 2021.
Penurunan tersebut terlihat dari data yang ada sepanjang bulan Agustus lalu. Puncak tertinggi BOR di Kota Palangka Raya pada bulan Agustus ada pada tanggal 2 Agustus 2021. Pasalnya, dari 688 ranjang isolasi tersedia ternyata terisi 537 ranjang atau 78,05 persen.
Namun setelah itu, angka keterisian ranjang perawatan setiap harinya terus menurun sehingga di akhir Agustus hanya terisi 37,18 persen. Selain BOR yang terus menurun, Fairid mengungkapkan terjadi penurunan kasus aktif serta angka sembuh meningkat mencapai 85,07 persen.
"Kondisi ini menandakan salah satu bukti keberhasilan kepatuhan masyarakat terhadap PPKM. Namun kami masih terus meningkatkan fasilitas kesehatan, tempat tidur, obat-obatan, vitamin, hingga oksigen," ujarnya.
Lebih lanjut, Fairid juga menjelaskan soal capaian vaksinasi Covid-19 di ibu kota Provinsi Kalteng yang telah menyentuh 113,5 ribu orang atau 50,83 persen untuk dosis pertama dan 73,5 ribu orang atau 32,97 persen untuk dosis kedua, dari target sebanyak 223.387 jiwa.
--page
"Insya Allah target ini akan segera terpenuhi dan kita bisa segera mencapai kekebalan kelompok atau Herd Immunity. Selama ketersediaan vaksin ada, segera kami salurkan kepada seluruh masyarakat," tuturnya.
Fairid mengingatkan masyarakat untuk tidak ber euforia atas penurunan data kasus yang ada. Ia berharap agar tidak sedikitpun masyarakat yang melonggoarkan protokol kesehatan.
Selain itu, sinergisitas pemerintah bersama masyarakat dalam menurunkan kasus ini, bisa tetap terjaga hingga kasus Covid-19 bisa benar-benar berakhir. (HENDRI/B-11)









