BORNEONEWS, Palangka Raya - Selama pandemi, pembelajaran jarak jauh yang diterapkan demi kesehatan anak agar tidak terpapar Covid -19. Tapi pembelajaran jarak jauh yang terus dilakukan membuat kekhawatiran terjadi loss learning pada diri anak.
Dokter Poli Klinik Anak Rumah Sakit Umum Daerah Kota Palangka Raya, dr Franky Luhulima mengungkapkan loss learning ialah suatu kondisi menurunnya kompetensi belajar pada anak.
"Dampak terburuk pada anak yakni anak kehilangan kesempatan belajar yang mengakibatkan hilangnya kemampuan anak dalam menyelesaikan pelajaran sekolahnya sehingga mempengaruhi masa depan si anak," katanya, Kamis 2 September 2021.
Franky menjelaskan upaya yang penting agar anak tidak mengalami loss learning yakni pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak dalam proses pembelajaran jarak jauh.
Para orang tua harus mengorbankan waktu yang lebih dalam melakukan pendampingan anak, agar anak dapat mengikuti seluruh proses pembelajaran yang diberikan sekolah secara daring sehingga anak kita tetap mendapatkan hak belajar.
--page
"Itu harus kita lakukan agar anak kita tidak mengalami loss learning. Sebagai orang tua, kita harus mengorbankan waktu yang ekstra agar anak bisa selalu mengikuti seluruh proses pembelajaran anak," tutupnya (NOPRI/B-6)









