SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H Asan Sampit mengimbau agar masyarakat mewaspadai potensi terjadinya bencana hidrometeorologi di wilayah Kotawaringin Timur dalam sepekan ke depan.

Kepala  BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit, Musuhanaya menyebutkan prakiraan cuaca dalam sepekan ke depan perlu diwaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Kotim pada sore hingga malam hari.

"Melihat data curah hujan dari dasarian terakhir masyarakat agar terus waspada terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir yang terjadi saat ini. Pasalnya hujan akan terus mengguyur daerah ini," katanya, Kamis, 2 September 2021. 

Musuhanaya mengatakan pengamatan curah hujan pada 1 September 2021 di titik pengamatan Stasiun Meteorologi H Asan Kotim terukur 55.9 milimeter per hari. Ini termasuk kategori hujan lebat. 

"Dari pantauan satelit hujan 24 jam yang lalu di sejumlah kecamatan di Kotim dan Seruyan terpantau hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dan lebat. Cakupan awan hujannya juga merata di wilayah Kotim dan Seruyan," katanya. 

--page

Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang dominan antara lain, suhu permukaan laut di wilayah perairan Indonesia hangat dengan nilai anomali SST berkisar antara 1,0 hingga 4,0 derajat celsius yang dapat meningkatkan potensi penguapan atau penambahan massa uap air.

"Selanjutnya terdapat belokan angin dan konvergensi di wilayah Kotim dengan kecepatan angin berkisar antara 8-11 knot ," tegasnya.

Belokan angin tersebut memicu penumpukan massa udara dan mendukung pertumbuhan awan konvektif di wilayah Kotawaringin Timur .

Hujan lebat yang beberapa hari ini terus mengguyur Kotawaringin Timur. Banjir di sejumlah wilayah yang sebelumnya sudah surut kembali meningkat dalam dua hari belakangan. (USAY NOR RAHMAD/B-6)