PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dari data yang dirilis oleh BPS Kalteng selama bulan Agustus 2021 Kota Palangka Raya dan Sampit mengalami deflasi masing-masing 0,14 dan 0,18 persen.

"Deflasi yang terjadi di 2 kota tersebut dipengaruhi oleh penurunan berbagai kelompok barang dan jasa," kata Ketua BPS Kalteng, Eko Marsoro Kamis, 2 September 2021.

Deflasi yang terjadi di Palangka Raya yaitu karena dipengaruhi oleh penurunan indeks kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,51 persen, kemudian kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,09 persen, serta kelompok transportasi 0,04 persen.

Selanjutnya deflasi terjadi di Sampit karena dipengaruhi oleh penurunan kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,66 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,13 persen, serta kelompok transportasi 0,10.

Berdasarkan dua kota acuan tersebut Kalimantan Tengah mengalami deflasi sebesat 0,15 persen, dan untuk laju inflasi tahun kalender yaitu sebesar 1,16 persen, dan tingkat inflasi tahun ke tahun 1,78 persen.

--page

Dari 90 kota pantauan indeks harga konsumen (IHK) nasional, ada 34 kota yang mengalami inflasi dan 56 kota deflasi selama Agustus 2021.

Deflasi tertinggi terjadi di Sorong yakni sebesar 1,04 persen dan inflasi tertinggi di Kendari 0,62 persen. Sedangkan Palangka Raya menempati peringkat ke-35 kota deflasi dan Sampit berada di peringkat ke 29 kota deflasi. (DONNY D/B-6)