BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro melalui rilisnya menyampaikan bahwa frekuensi penerbangan di Kalteng selama bulan Juli 2021 mengalami penurunan sebesar 53,06 persen.
Dia mengatakan, frekuensi penerbangan selama Juli 2021 itu juga lebih rendah jika dibandingkan dengan frekuensi penerbangan pada bulan yang sama tahun 2019 dan 2020.
"Jika dibandingkan dengan frekuensi penerbangan pada Juni 2021, frekuensi penerbangan di Kalteng selama Juli 2021 turun sebesar 53,06 persen, yaitu dari 1.323 penerbangan menjadi 621 penerbangan saja," ujarnya Kamis, 2 September 2021.
Penurunan frekuensi penerbangan pada bulan Juli itu sebut dia, diikuti juga oleh penurunan jumlah penumpang. Jumlah penumpang mengalami penurunan sebesar 82,57 persen, yang awalnya dari 93.450 orang di bulan Juni 2021 menjadi 16.292 orang pada Juli 2021.
Penurunan ini berasal dari jumlah penumpang yang datang turun sebesar 80,42 persen dan penumpang yang berangkat turun sebesar 85,37 persen.
--page
Di sisi lain, untuk volume arus barang mengalami kenaikan sebesar 1,36 persen. Volume bongkar barang naik sebesar 16,64 persen, sedangkan volume muat barang turun sebesar 37,07 persen
Jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya, frekuensi penerbangan pada Juli 2021 juga mengalami penurunan yaitu sebesar 14,23 persen dari 724 penerbangan menjadi 621 penerbangan.
Penurunan ini juga diikuti oleh berkurangnya jumlah penumpang yang diangkut. Jumlah penumpang turun sebesar 61,48 persen, tetapi volume arus barang naik 27,37 persen.
"Layanan lalu lintas penumpang dan barang sempat mengalami kenaikan di bulan Juni 2021, namun kembali turun di bulan Juli 2021," tuturnya.
Dia melanjutkan, jumlah penumpang angkutan udara selama Juli 2021 mencapai 16.292 orang atau turun sebesar 82,57 persen dibanding bulan sebelumnya yang sebanyak 93.450 orang.
--page
Penurunan jumlah penumpang terjadi di tiga bandara utama, yaitu Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya 84,89 persen yang awalnya dari 54.172 orang menjadi 8.188 orang, Bandara H. Asan, Kotawaringin Timur 82,86 persen dari 6.758 orang menjadi 1.158 orang, dan Bandara Iskandar, Kotawaringin Barat 79,04 persen dari 31.959 orang menjadi 6.699 orang.
Kemudian untuk konsentrasi penumpang masih didominasi oleh Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya yakni sebesar 50,26 persen, diikuti oleh Bandara Iskandar, Kotawaringin Barat 41,12 persen dan Bandara H. Asan, Kotawaringin Timur 7,11 persen.
Sementara itu, volume arus barang yang mencapai 1.047 ton terdistribusi melalui Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya sebesar 89,59 persen), Bandara Iskandar, Kotawaringin Barat 8,88 persen, dan Bandara H. Asan, Kotawaringin Timur 1,34 persen. (DONNY D/B-5)









