BORNEONEWS, Sampit - Guru dan peserta didik SDN 4 Ketapang Sampit, Kotawaringin Timur, bersemangat melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas. Meski kondisinya masih kekurangan kelas pascamusibah kebakaran beberapa waktu lalu.
"Alhamdulillah sejak awal diterapkan 30 Agustus 2021, peserta didik kami senang kembali masuk ke sekolah. Demikian kami guru-gurunya," ucap Asykuriah, salah seorang guru SDN 4 Ketapang Sampit, Kamis, 2 September 2021.
Peserta didik hadir ke sekolah dengan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan yang ketat dari para guru, sejak masuk lingkungan sekolah hingga jam pelajaran selesai. Setiap murid yang masuk dicek suhu tubuhnya lalu diwajibkan mencuci tangan.
"Murid kami menyambut senang pembelajaran tatap muka. Apalagi bagi murid baru ini pertama kalinya intensif bertemu guru secara langsung," ujar Pelaksana Tugas Kepala SDN 4 Ketapang Sampit, Erniati.
SDN 4 Ketapang Sampit memberlakukan masuk pagi dan siang bagi peserta didik.
--page
Pagi untuk kelas 1,5 dan 6, sedangkan siang untuk kelas 2, 3 dan 4. Saat ini jumlah peserta didik di SDN 4 Ketapang Sampit berjumlah 385 orang dengan jumlah rombongan belajar 12.
"Berhubung sekolah kami dapat musibah kebakaran jadi masuknya pun bergantian, ada yang pagi dan ada siang," imbuh Erniati.
Dikatakan Erniati, saat ini sekolah itu sangat memerlukan ruang kelas baru. Setelah sebelumnya sempat habis karena musibah kebakaran.
"Kami berharap semoga ada solusi. Sehingga saat nanti pembelajaran tatap muka yang sebenarnya kami tak bingung lagi membagi tempat belajar murid," ujarnya.
Melihat kondisi tersebut kebutuhan ruang belajar sangat mendesak bagi sekolah yang beralamat di Jalan DI Panjaitan Selatan itu. Pihaknya berharap hal ini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur.
--page
"Kami berharap semoga sekolah SDN 4 Ketapang bisa dibangun kembali," pungkas Erniati. (USAY NOR RAHMAD/B-5)









