BORNEONEWS, Tamiang Layang - Kepala Desa Haringen, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur, Yasen menghawatirkan erosi yang terjadi pada bantaran Sungai Sirau bagian utara di desa yang dipimpinnya.
Pasalnya, beberapa rumah warga dan jalan raya di desa tersebut terancam terkena longsor akibat erosi sungai yang terus terjadi pada musim hujan atau saat banjir melanda sungai berkelok-kelok itu. Bahkan saat ini, ada bagian sungai yang hanya berjarak 1 meter dari jalan beraspal.
"Masyarakat sering was-was saat banjir datang," ujar Yasen kepada Borneonews saat menunjukkan bagian bantaran sungai yang mengalami erosi, Kamis, 2 September 2021.
Karena itu, dia berharap, pemerintah kabupaten atau Pemkab setempat maupun provinsi dapat meninjau kondisi bantaran Sungai Sirau yang berbatasan dengan rumah penduduk. Dia berharap, pemerintah dapat menganggarkan pembuatan bronjong penahan longsor.
"Sekarang bantaran sungai yang paling dekat dengan jalan hanya ditahan oleh rumpun bambu tapi justru ini sering menyebabkan masyarakat kecelakaan karena pohon bambu yang menjorok ke jalan," papar Yasen.
--page
Dia melanjutkan, jika nanti dibangunkan bronjong penahan longsor, maka rumpun bambu tersebut akan dimusnahkan.
Yasen mengungkapkan, sejak menjabat kades periode pertama pada 2009 hingga saat ini periode kedua, setiap tahun dia selalu mengusulkan pembuatan bronjong pada sisi sungai yang berbatasan dengan rumah penduduk demi mengantisipasi terjadinya bencana longsor. Namun, hingga kini belum terealisasi.
"Yang perlu dipasang bronjong, persis di belakang rumah warga ada sekitar 50 meter panjangnya dan yang berada di tepi jalan sekitar 200 meter," tutur Yasen. (BOLE MALO/B-7)









