BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro mengatakan selama Juli 2021 nilai impor Kalteng yakni mencapai US$ 1,90 juta dan hal ini mengalami penurunan 80,39 persen dibanding bulan sebelumnya US$ 9,69 juta.
Sejalan dengan itu total volume impor Kalteng pada Juli 2021 juga mengalami penurunan 51,30 persen atau 3,94 ribu ton bila dibandingkan dengan total volume impor di Juni 2021.
"Menurunnya nilai impor ini karena disebabkan oleh menurunnya impor non migas yaitu senilai US$ 7,97 juta atau 95,45 persen, namun untuk nilai impor migas meningkat senilai US$ 0,18 juta atau 13,43 persen," katanya Sabtu, 4 September 2021.
Peningkatan impor migas di Kalteng ini dikarenakan meningkatnya impor hasil minyak dari komoditas bahan bakar mineral berupa aspal.
Sementara penurunan impor non migas karena disebabkan oleh menurunnya impor hasil industri yang berasal dari komoditas mesin/pesawat mekanik atau mesin untuk mengekstrasi, mengolah lemak atau minyak hewani/nabati tertentu, ketel uap air yang dioperasikan secara elektrik, dan bagian peralatan dari mesin.
--page
Dia menjelaskan bila dibanding Juli 2020, pada Juli 2021 terjadi penurunan nilai impor senilai US$ 1,15 juta atau 37,70 persen. Hal ini disebabkan oleh menurunnya nilai impor non migas US$ 1,80 juta atau 82,57 persen.
Nilai impor migas mengalami peningkatan US$ 0,65 juta atau 74,71 persen yang didorong oleh meningkatnya impor hasil minyak berupa komoditas bahan bakar mineral atau aspal.
Penurunan impor non migas karena disebabkan oleh menurunnya impor hasil industri berupa komoditas mesin/pesawat mekanik, mesin/peralatan listrik, plastik dan barang dari plastik, serta karet dan barang dari karet.
Jika dihitung secara kumulatif, nilai impor Kalteng dari Januari–Juli 2021 yaitu US$ 31,83 juta atau naik US$ 13,25 juta atau 71,31 persen apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan terjadi pada impor non migas yakni senilai US$ 15,00 juta atau 146,20 persen yang disebabkan oleh meningkatnya impor hasil industri.
Selanjutnya impor migas mengalami penurunan senilai US$ 1,75 juta atau 21,03 persen yang disebabkan menurunnya impor hasil minyak. (DONNY D/B-6)









