BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro melalui rilisnya menyebutkan ada beberapa komoditas barang yang diimpor provinsi ini selama Juli 2021.
Komoditas barang itu yakni bahan bakar mineral berupa aspal senilai US$ 1,52 juta, berbagai produk kimia berupa katalis penunjang lainnya US$ 0,22 juta, dan mesin/pesawat mekanik berupa mesin untuk mengekstrasi atau mengolah lemak atau minyak hewani/nabati tertentu dan bagian peralatan dari mesin sebesar US$ 0,16 juta.
"Dibanding Juni 2021, terjadi penurunan impor komoditas mesin/pesawat mekanik pada Juli 2021 yaitu senilai US$ 7,59 juta atau 97,94 persen, berupa bagian peralatan dari mesin pemanas dan pendingin dan ketel uap air yang dioperasikan secara elektrik," sebutnya, Sabtu 4 September 2021.
"Sedangkan untuk peningkatan impor terbesar terjadi pada impor bahan bakar mineral atau aspal US$ 0,18 juta atau 13,43 persen," tambahnya.
Sementara bila dibandingkan dengan bulan yang sama pada 2020 terjadi penurunan nilai impor selama Juli 2021 untuk beberapa golongan barang, kecuali bahan bakar mineral dan berbagai produk kimia.
--page
Impor mesin/pesawat mekanik mengalami penurunan terbesar yaitu senilai US$ 1,73 juta atau 91,53 persen, sedangkan impor bahan bakar mineral naik senilai US$ 0,65 juta atau 74,71 persen.
Jika dihitung mulai dari Januari hingga Juli 2021, impor seluruh komoditas mengalami peningkatan senilai US$ 13,25 juta atau 71,31 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Impor mesin/pesawat mekanik mengalami peningkatan terbesar senilai US$ 13,44 juta atau 327,01 persen, dan impor bahan bakar mineral mengalami penurunan terbesar sebesar US$ 1,75 juta atau 21,03 persen. (DONNY D/B-6)









